Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Sebelum kita memulai pembelajaran, marilah kita senantiasa memperbarui dan meluruskan niat di dalam hati. Semoga setiap langkah kita dalam belajar, khususnya dalam mempelajari dan membaca Al-Qur’an serta ilmu tajwid, semata-mata dilakukan karena Allah SWT. Bukan untuk mencari pujian, bukan untuk mencari popularitas, melainkan sebagai bentuk ibadah dan upaya untuk menjadi hamba yang lebih dekat kepada-Nya.
Mari belajar dengan ikhlas, bersungguh-sungguh, dan penuh rasa cinta kepada Al-Qur’an. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, pemahaman, serta keberkahan dalam setiap ilmu yang kita pelajari. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Ust. Mas Adi Basarudin akan menjelaskan sejumlah poin penting mengenai ilmu tajwid, mulai dari pengertian, hukum mempelajarinya, tujuan dan manfaat, dalil membaca Al-Qur’an dengan tartil, hingga tingkatan dalam membaca Al-Qur’an.
Penjelasan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pemahaman bagi masyarakat, khususnya para pelajar dan pembelajar Al-Qur’an, agar mampu membaca kitab suci dengan baik, benar, serta sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Materi diawali dengan pengertian tajwid. Secara bahasa, tajwid berasal dari kata “التّحسين” yang bermakna memperbaiki atau membaguskan bacaan.Sedangkan secara istilah ilmu tajwid adalah
اخراج كلّ حرف من مخرجه مع اعطءه حقّه ومستحقّه
"Mengeluarkan setiap huruf dari makhrojnya dengan memberikan haq dan mustahaq huruf tersebut".
Dalam praktiknya, pembelajaran tajwid mencakup pemahaman tentang makhraj huruf, panjang pendek bacaan atau mad,dan ghunnah, serta berbagai hukum bacaan lainnya. Dengan demikian, seseorang dapat membaca Al-Qur’an secara tepat dan menghindari kesalahan dalam pelafalan.
Ust. Mas Adi Basarudin juga menjelaskan bahwa mempelajari ilmu tajwid memiliki kedudukan penting dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an. Para ulama menjelaskan bahwa mempelajari ilmu tajwid secara mendalam hukumnya fardhu kifayah sedangkan membaca Al-Qur’an dengan menerapkan kaidah tajwid secara benar merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang membacanya.
Tujuan Mempelajari ilmu Tajwid
Adapun tujuan mempelajari ilmu tajwid antara lain membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai aturan bacaan, menghindari kesalahan yang dapat mengubah makna ayat, membaca dengan lebih tertib dan khusyuk, mengikuti cara membaca Al-Qur’an sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW, serta menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an secara turun-temurun.
Selain itu, terdapat pula dalil yang menjadi dasar pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil. Allah SWT berfirman.
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Artinya: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)
Tartil berarti membaca Al-Qur’an secara perlahan, jelas, dan memperhatikan setiap huruf serta hukum bacaannya.
Empat Tingkatan Dalam Membaca Al-Qur’an
Dalam penjelasan mengenai tingkatan membaca Al-Qur’an, terdapat empat tingkatan utama, yaitu:
1. Tahqiq yaitu membaca dengan sangat perlahan dan jelas, biasanya digunakan untuk pembelajaran.
2.Tartil, yaitu membaca dengan perlahan dan tenang sambil memperhatikan hukum tajwid.
3. Tadwir yaitu membaca dengan tempo sedang.
4. Hadr yaitu membaca dengan tempo cepat, namun tetap menjaga hukum tajwid.
Melalui pemahaman materi tersebut, Ust. Mas Adi Basarudin berharap pembelajaran ilmu tajwid dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Menurutnya, membaca Al-Qur’an bukan sekadar melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga memahami dan menerapkan aturan bacaan dengan benar sebagai bentuk penghormatan terhadap Kalamullah,semoga kita menjadi bagian dari ahlul Qur'an Aamiin Barokallahu fiikum.Red/pesantren Darul Hikmah
Bagikan pengalaman atau tambahan informasi Anda di sini agar pembaca lain bisa belajar bersama. Komentar yang mengandung spam akan otomatis dihapus.
0 Komentar